Universitas Telkom Sosialisasikan Teknologi AI untuk Klasifikasi Sayur dan Buah di BRMP Lembang

Lembang – Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro serta Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom yaitu Dr. Estananto, S.T., M.Sc., IPM, Meldi Rendra, S.T., M.Eng., Dr. Eng. Suksmandhira Harimurti, S.T., M.Eng., Khilda Afifah, S.Pd., M.T., Ph.D., Rafhan Mazaya Fathurrahman dan Ervan Fahri Adriansyah Wahab menggelar kegiatan sosialisasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mengenali jenis sayur dan buah secara otomatis di Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sayuran Lembang, Jawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan mendukung modernisasi sektor pertanian, khususnya dalam proses klasifikasi produk hortikultura yang selama ini masih dilakukan secara manual. Proses manual dinilai memakan waktu, berpotensi menimbulkan ketidakkonsistenan, serta kurang efisien seiring meningkatnya jumlah varietas sayuran dan buah unggulan.

Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa teknologi yang disosialisasikan memanfaatkan sistem pengenalan citra berbasis machine learning dan computer vision. Sistem ini dirancang menggunakan perangkat berbiaya rendah seperti ESP32-CAM dan Raspberry Pi, sehingga dapat dioperasikan langsung di lapangan tanpa memerlukan komputer berspesifikasi tinggi.

“Dengan teknologi ini, petugas dapat mengenali jenis sayur dan buah secara real-time hanya dengan mengarahkan kamera ke objek. Sistem akan menampilkan nama komoditas secara otomatis di layar,” jelas ketua tim.

Dalam implementasinya, tim mengembangkan model kecerdasan buatan dengan algoritma YOLOv8 yang mampu mendeteksi hingga 24 jenis sayuran dan buah. Model tersebut dilatih menggunakan puluhan ribu data citra yang diperoleh dari repositori publik dan kemudian dioptimalkan agar dapat dijalankan pada perangkat edge computing.

Hasil uji coba awal menunjukkan sistem mampu mengenali beberapa komoditas dengan tingkat akurasi yang baik, seperti mentimun, brokoli, kentang, kubis, dan kembang kol. Meski demikian, tim juga mengakui masih terdapat tantangan pada beberapa jenis sayuran lain yang memerlukan penyempurnaan data dan model.

Selain demonstrasi alat, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi dan pengenalan konsep dasar kecerdasan buatan kepada staf BRMP. Para peserta diberikan gambaran bagaimana teknologi AI dapat diterapkan secara praktis untuk mendukung standardisasi mutu, efisiensi kerja, dan modernisasi pertanian.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan setelah kegiatan, seluruh peserta menyatakan puas dan tertarik untuk mengadopsi teknologi tersebut di lingkungan kerja mereka. Mayoritas responden juga menilai harga alat yang dikembangkan masih tergolong terjangkau. Namun, beberapa peserta menyampaikan perlunya pendampingan lanjutan karena masih merasa kesulitan memahami cara kerja sistem secara teknis.

Tim Universitas Telkom menilai antusiasme tersebut sebagai sinyal positif untuk pengembangan kerja sama berkelanjutan. Ke depan, teknologi ini direncanakan dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk untuk mendeteksi cacat produk hortikultura dan meningkatkan akurasi sistem.

Melalui kegiatan ini, Universitas Telkom berharap dapat berkontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital di sektor pertanian serta mempersiapkan lembaga pemerintah menghadapi era pertanian modern berbasis kecerdasan buatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *