
Dari Sinar Matahari ke Ruang Kelas: Inovasi Panel Surya Portable Bikin Sekolah Alam di Bandung Mandiri Energi
Di tengah tantangan keterbatasan listrik yang kerap menghambat aktivitas belajar, sebuah terobosan sederhana namun berdampak besar hadir di Sekolah Tahfizh Plus Sains (STPS) Teladan Ummat, Baleendah, Kabupaten Bandung. Melalui program pengabdian masyarakat, tim dari Fakultas Teknik Elektro Telkom University yang diketuai oleh bapak Marza Ihsan Marzuki dengan anggota tim bapak Mohamad Ramdhani dan bapak Basith Abdurrohman Asy’ari menghadirkan solusi energi alternatif berbasis panel surya portable yang kini menjadi “penyelamat” sekaligus sarana edukasi di lingkungan sekolah.
Program bertajuk Implementasi Panel Surya Portable Berbasis Power Bank ini tidak sekadar menghadirkan listrik cadangan, namun juga membuka wawasan baru bagi siswa tentang energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.


Masalah Nyata: Belajar Terhambat karena Listrik
Sebagai sekolah berbasis alam, STPS Teladan Ummat memiliki karakter pembelajaran yang fleksibel, sering berpindah dari dalam ruangan ke area luar. Namun di balik keunggulan itu, tersimpan kendala klasik: keterbatasan akses listrik di berbagai titik kegiatan belajar.
Ketergantungan pada sumber listrik konvensional membuat aktivitas seperti penggunaan media digital, penerangan, hingga pengisian perangkat elektronik kerap terganggu, terutama saat pasokan listrik tidak memadai.
Tak hanya itu, rendahnya pemahaman siswa tentang energi ramah lingkungan juga menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah dalam menanamkan kesadaran teknologi sejak dini.
Solusi Sederhana tapi Berdampak Besar
Menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian merancang sebuah sistem panel surya portable yang dikombinasikan dengan power bank berkapasitas besar. Teknologi ini memungkinkan energi matahari diubah menjadi listrik yang dapat disimpan dan digunakan kapan saja.
Keunggulan utama sistem ini terletak pada sifatnya yang:
- Portabel (mudah dipindahkan)
- Praktis (tidak memerlukan instalasi rumit)
- Ekonomis (biaya operasional rendah)
- Edukatif (bisa dijadikan media pembelajaran)
Perangkat ini terdiri dari panel surya, charge controller, baterai penyimpanan, serta output listrik untuk berbagai perangkat seperti lampu, gawai, hingga alat pembelajaran sederhana.
Dengan desain tersebut, siswa kini bisa tetap belajar menggunakan teknologi digital meski berada di ruang terbuka tanpa tergantung listrik utama.
Yang membuat program ini berbeda adalah pendekatannya yang tidak hanya teknis, tetapi juga edukatif. Selain pemasangan perangkat, tim juga memberikan pelatihan kepada guru dan siswa mengenai cara kerja panel surya, pengoperasian, serta perawatannya.
Siswa tidak lagi sekadar belajar teori energi, tetapi langsung melihat dan menggunakan teknologi tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Dari sini, lahir pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna.
Pendekatan partisipatif juga membuat pihak sekolah terlibat aktif sejak awal, mulai dari perencanaan, instalasi, hingga evaluasi program.
Langkah Menuju Kemandirian Energi Sekolah
Implementasi panel surya portable ini membawa dampak lebih luas dari sekadar solusi teknis. Sekolah kini memiliki sumber energi alternatif yang bisa diandalkan untuk kegiatan belajar, terutama di area luar ruangan atau saat terjadi gangguan listrik.
Lebih dari itu, program ini mendorong terbentuknya kemandirian energi di lingkungan pendidikan. Guru dan siswa dilatih untuk memahami, mengelola, hingga memanfaatkan energi secara bijak dan efisien.
Teknologi yang digunakan juga dirancang sederhana agar dapat direplikasi secara mandiri, membuka peluang pengembangan lebih lanjut di masa depan.

Program ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di sekolah lain, terutama yang memiliki karakter serupa seperti pesantren, sekolah alam, atau institusi dengan akses energi terbatas.
Selain memberikan manfaat langsung, kegiatan ini juga mendukung agenda global seperti energi bersih dan pendidikan berkualitas, sekaligus memperkuat literasi teknologi masyarakat.
Energi untuk Masa Depan
Di tengah isu krisis energi dan perubahan iklim, langkah kecil seperti yang dilakukan di STPS Teladan Ummat menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan sekolah.
Panel surya portable bukan hanya menghadirkan listrik, tetapi juga menghadirkan harapan—bahwa generasi muda dapat tumbuh dengan kesadaran teknologi, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dan dari sinar matahari yang sederhana, lahir sebuah pelajaran besar: masa depan energi ada di tangan mereka yang mau belajar dan berinovasi.