
Sekolah Lebih Aman, Siswa Kian Disiplin: CCTV Jadi ‘Mata Baru’ di SMA Al Huda Arjasari
Bandung — Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib kini semakin nyata dirasakan di SMA Al Huda Arjasari, Kabupaten Bandung. Melalui program pengabdian masyarakat dari tim Program Studi S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom, sekolah ini resmi mengadopsi sistem keamanan berbasis Closed Circuit Television (CCTV) yang bukan hanya sekadar alat pemantau, tetapi juga menjadi instrumen pembentuk karakter disiplin siswa.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026 diketua oleh Mohamad Ramdhani, Irwan Purnama, Wahmisari Priharti dan dibantu mahasiswa Athif Fadheel A., Tia Amanda, dan Dzaki Wahib R. tersebut menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan klasik dunia pendidikan: pengawasan aktivitas siswa yang belum optimal dan risiko pelanggaran kedisiplinan di area-area tertentu sekolah.
Dari Masalah Klasik ke Solusi Modern
Sebelum program ini berjalan, pihak sekolah menghadapi sejumlah persoalan seperti keterlambatan siswa, pengawasan yang terbatas di koridor dan halaman, hingga potensi pelanggaran yang sulit terdeteksi secara langsung. Kondisi ini mendorong perlunya solusi berbasis teknologi yang mampu bekerja secara real-time dan berkelanjutan.
Tim pengabdian kemudian melakukan survei lapangan untuk memetakan titik-titik rawan. Hasilnya, diputuskan pemasangan empat kamera CCTV di lokasi strategis: dua ruang kelas (kelas 11A dan 12B), perpustakaan, serta area lapangan sebagai titik pengawasan luar ruangan.
“CCTV ini bukan hanya untuk melihat, tapi juga untuk mencegah dan membina,” menjadi semangat utama dari program ini. Dengan adanya pemantauan visual, aktivitas siswa dapat diawasi dengan lebih sistematis dan berbasis data.



Bukan Sekadar Pasang Kamera
Yang menarik, program ini tidak berhenti pada instalasi perangkat. Tim Universitas Telkom juga memberikan pelatihan langsung kepada guru dan tenaga kependidikan terkait pengoperasian CCTV, pengelolaan rekaman, hingga pemanfaatannya sebagai alat evaluasi perilaku siswa.
Transfer pengetahuan ini menjadi kunci agar teknologi yang dipasang tidak menjadi “hiasan”, melainkan benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak sekolah. Bahkan, disusun pula Standar Operasional Prosedur (SOP) lengkap untuk memastikan sistem berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Selain itu, siswa juga mendapat edukasi khusus terkait pentingnya keamanan dan kedisiplinan, sehingga keberadaan CCTV tidak dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari budaya sekolah yang positif.
Perubahan Nyata Mulai Terlihat
Dari hasil evaluasi awal, dampak program ini tergolong signifikan. Tingkat penerimaan dari pihak sekolah sangat tinggi—hingga 100 persen responden menyatakan kegiatan ini tepat waktu, bermanfaat, dan layak dilanjutkan ke depan.
Mayoritas peserta juga menilai materi kegiatan mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kapasitas warga sekolah.
Selain itu, CCTV membuka peluang baru dalam pembinaan siswa berbasis bukti (evidence-based monitoring), di mana guru dapat melihat langsung pola perilaku siswa dan mengambil langkah preventif maupun korektif secara lebih objektif.
Menuju Sekolah Digital yang Mandiri
Lebih dari sekadar proyek jangka pendek, program ini dirancang sebagai langkah menuju sistem keamanan sekolah yang mandiri dan modern. SMA Al Huda Arjasari kini memiliki fondasi kuat untuk mengembangkan pengawasan berbasis teknologi sekaligus menjadi contoh bagi sekolah lain di wilayah Kabupaten Bandung.
Program ini juga sejalan dengan pengembangan pendidikan berbasis teknologi yang mendorong integrasi antara implementasi lapangan dan penelitian akademik, termasuk peluang publikasi ilmiah dan pengembangan inovasi lanjutan.
Di tengah era digitalisasi pendidikan, kehadiran CCTV di sekolah bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan. Dan di SMA Al Huda Arjasari, “mata elektronik” ini telah menjadi simbol perubahan—dari pengawasan biasa menuju budaya disiplin yang lebih kuat dan berkelanjutan.